Penyuluhan Penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PPHT) untuk Meningkatkan Kapasitas Petani Padi Sawah di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir
DOI:
https://doi.org/10.48093/jurdianpasti.v4i2.465Keywords:
Pengabdian Kepada Masyarakat, Pengelolaan Hama Terpadu, Padi Sawah, Penyuluhan Pertanian, Organisme Pengganggu TanamanAbstract
Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya padi sawah yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan biaya produksi. Di Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sebagian petani masih mengandalkan penggunaan pestisida sebagai metode utama pengendalian hama sehingga penerapan prinsip-prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) belum dilakukan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan petani dalam menerapkan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) pada budidaya padi sawah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jejawi dengan melibatkan 50 orang anggota Kelompok Tani Berkat Tani. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, tanya jawab, dan praktik lapangan mengenai identifikasi organisme pengganggu tanaman, pengenalan musuh alami, pengamatan agroekosistem, serta penggunaan pestisida secara tepat dan bijaksana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep Pengelolaan Hama Terpadu, pentingnya pengamatan agroekosistem sebelum melakukan tindakan pengendalian, serta meningkatnya kemampuan petani dalam mengenali organisme pengganggu tanaman dan musuh alami. Kegiatan juga mendorong perubahan cara pandang peserta terhadap pengendalian hama, dari ketergantungan pada pestisida menuju penerapan pengendalian yang lebih terpadu, efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Keberhasilan kegiatan didukung oleh sinergi antara Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, Universitas Sjakhyakirti, dan Balai Penyuluhan Pertanian Jejawi dalam memberikan materi yang bersifat teoritis dan aplikatif. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan prinsip-prinsip Pengelolaan Hama Terpadu dan diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas padi serta keberlanjutan agroekosistem di Kecamatan Jejawi.
References
Alprilia, A. W., Windiyanti, W., & Kusuma, R. M. (2024). The Increase of Insect Pest Population in Paddy Field Managed with an Ecological Approach Using Refugia Plants and Biopesticides. Jurnal Proteksi Tanaman, 8(1), 31–41.
Amalia, A., Syaukat, Y., Hakim, D. B., & Dadang. (2023). Application of Input Management and Integrated Pest Management on Paddy Production: Case Study in Kampar Subdistrict, Kampar District, Riau Province. Jurnal Manajemen dan Agribisnis, 20(2), 245–258.
Anang, B., et al. (2024). Agricultural Extension and Technology Adoption among Rice Farmers. Journal of Agricultural Extension.
Cahyanto, A., & Wardana, B. (2024). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Food and Agriculture Organization. (2023). Integrated Pest Management in Diverse Cropping Systems. Boca Raton: CRC Press.
Food and Agriculture Organization. (2023). Integrated Pest Management (IPM): Case Studies. Rome: FAO.
Fuadi, I., Pato, U., Thamrin, & Putra, R. M. (2025). The Analysis of the Social Sustainability of Integrated Pest Management in Rice Fields in Riau Province. Proceedings of the International Conference on Agriculture Strategy for Sustainability.
Hendrival, H., et al. (2025). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
International Rice Research Institute. (2023). Rice Integrated Pest Management. Los Baños, Philippines: IRRI.
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2020). The Adult Learner (9th ed.). Routledge.
Kolb, D. A. (2015). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development (2nd ed.). Pearson Education.
Leeuwis, C., & Aarts, N. (2022). Communication for Rural Innovation: Rethinking Agricultural Extension. Wiley.
Maskuri, M., et al. (2024). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Mulyani, M., et al. (2024). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Nurhayati, N., Efiyanti, L., Fathurrahman, F., Fahrial, Mulyani, S., Salman, S., Alim, A. S., & Yusuf, R. (2025). Analysis of the Sustainability of Integrated Pest Management Technology of Rice Field in Riau Province. Proceedings of the International Conference on Agriculture Strategy for Sustainability.
Poudel, S., & Dhakal, A. (2021). Integrated Pest Management (IPM) and Its Application in Rice: A Review. Reviews in Food and Agriculture, 1(2), 54–58.
Rahmawasiah, R., & Arnama, A. (2024). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Rahmawati, R., et al. (2024). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Rivera, W. M., & Qamar, M. K. (2022). Agricultural Extension, Rural Development and the Food Security Challenge. Rome: FAO.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.
Sari, S., et al. (2024). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Singh, D. (Ed.). (2023). Integrated Pest Management in Diverse Cropping Systems. CRC Press.
Sudarjat, S., et al. (2024). Judul artikel sesuai sumber yang digunakan. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (2021). Agricultural Extension. Blackwell Science.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yusnita Triana, Nur Ahmadi, Sukardi Sukardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice here







