Pameran sebagai Media Penguatan Jejaring Kemitraan dalam Mendukung Pembangunan Pertanian pada PENAS XVII Petani Nelayan 2026

Authors

  • Sukardi Sukardi Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti, Palembang, Indonesia
  • Nur Ahmadi Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti, Palembang, Indonesia
  • Kuwatno Kuwatno Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti, Palembang, Indonesia
  • Yudhi Zuriah Wirya Purba Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.48093/jurdianpasti.v4i2.463

Keywords:

Pengabdian Kepada Masyarakat, Pameran Pertanian, Diseminasi Inovasi, Jejaring Kemitraan, Pembangunan Pertanian

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memanfaatkan Pameran Agribisnis Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 sebagai media diseminasi inovasi, komunikasi, dan penguatan jejaring kemitraan dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22–24 Juni 2026 di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dengan sasaran pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, pelaku usaha agribisnis, organisasi petani, mahasiswa, dan masyarakat umum. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, diskusi, konsultasi teknis, komunikasi langsung, serta dokumentasi kegiatan selama penyelenggaraan pameran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pameran menjadi media yang efektif untuk menyebarluaskan informasi mengenai inovasi teknologi pertanian, alat dan mesin pertanian, benih unggul, produk hortikultura, serta berbagai program pembangunan pertanian. Selain meningkatkan pengetahuan pengunjung, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat. Pemanfaatan pameran sebagai media pengabdian memberikan kontribusi positif dalam memperluas jejaring kemitraan, mendorong adopsi inovasi, serta mendukung pembangunan pertanian yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

References

Aini, N., Suryani, E., & Prasetyo, A. (2023). Peran pameran pertanian dalam meningkatkan adopsi inovasi teknologi oleh petani. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 18(2), 115–127.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2025). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029. Bappenas.

Bahua, M. I. (2023). Penyuluhan dan pemberdayaan petani menuju pertanian berkelanjutan. Ideas Publishing.

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2015). Designing and implementing cross?sector collaborations: Needed and challenging. Public Administration Review, 75(5), 647–663. https://doi.org/10.1111/puar.12432

Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat. (2025). Panduan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Etzkowitz, H., & Zhou, C. (2018). The Triple Helix: University–Industry–Government innovation and entrepreneurship (2nd ed.). Routledge.

Food and Agriculture Organization. (2022). The State of Food and Agriculture 2022: Leveraging automation in agriculture for transforming agrifood systems. FAO.

Gitosaputro, S., Sumardjo, & Listiana, I. (2018). Penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat. Graha Ilmu.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024). Laporan kinerja Kementerian Pertanian Tahun 2024. Kementerian Pertanian RI.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2022). Marketing management (16th Global ed.). Pearson.

Leeuwis, C., & Van den Ban, A. W. (2013). Communication for rural innovation: Rethinking agricultural extension (3rd ed.). Wiley-Blackwell.

Mardikanto, T. (2009). Sistem penyuluhan pertanian. LPP UNS Press.

Mardikanto, T. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Mosher, A. T. (2012). Getting agriculture moving: Essentials for development and modernization. Agricultural Development Council.

OECD. (2023). Policies for the future of farming and food. OECD Publishing.

Rijk, A. G. (1989). Agricultural mechanization strategy. Asian Productivity Organization.

Rivera, W. M., & Qamar, M. K. (2003). Agricultural extension, rural development and the food security challenge. Food and Agriculture Organization.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Saptana, S., Purwantini, T. B., & Suharyono, S. (2021). Penguatan rantai nilai hortikultura dalam meningkatkan daya saing agribisnis di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 39(2), 97–112.

Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1999). Agricultural extension (2nd ed.). Blackwell Science.

World Bank. (2022). Agriculture and food: Helping farmers grow more, earn more, and feed the world. World Bank.

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Sukardi, S., Ahmadi, N., Kuwatno, K., & Zuriah Wirya Purba, Y. . (2026). Pameran sebagai Media Penguatan Jejaring Kemitraan dalam Mendukung Pembangunan Pertanian pada PENAS XVII Petani Nelayan 2026. Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI), 4(2), 131–148. https://doi.org/10.48093/jurdianpasti.v4i2.463