Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis <p><strong>Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)</strong> adalah jurnal ilmiah yang concern dalam penelitian teoritik dan masalah-masalah seputar bidang manajemen agribisnis.&nbsp;<strong>Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)</strong>&nbsp;dikelola dan diterbitkan oleh Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti. Artikel yang dimuat dalam<strong>&nbsp;Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)</strong>&nbsp;adalah penelitian asli dalam bidang pertanian dan manajemen agribisnis yang meliputi pengadaan, penyaluran sarana produksi hingga pemasaran produk-produk pertanian dan agroindustri yang berkaitan satu dengan lainnya. Semua artikel penelitian yang dikirimkan harus ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Terbit setiap 6 bulan sekali, bulan Juni dan Desember.</p> Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti en-US Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) 2776-1088 Kontribusi Curahan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/337 <p>Perempuan memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dibandingkan pria dalam rumah tangga. Kontribusi tenaga dan penghasilan perempuan sering kali tidak dipertimbangkan sehingga nilainya dalam mendukung pendapatan rumah tangga kurang diapresiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kontribusi curahan tenaga kerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara sensus yaitu melakukan wawancara pada semua anggota perempuan yang tergabung dalam unit usaha pembuat kemplang dan pengrajin purun. Total responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 48 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan total rata-rata curahan waktu kerja prempuan untuk unit usaha pengrajin purun sebesar 2,6 jam perhari dan selama 1 minggu rata-rata bekerja selama 4,7 hari kerja dan unit usaha pembuat kemplang curahan waktu kerja lebih lama yaitu sebesar 4,6 jam per hari dan 5,8 hari kerja dalam 1 minggu. Kontribusi yang diberikan masih tergolong kecil karena dibawah 50% dari total pendapatan rumah tangga yaitu dari usaha pengrajin purun hanya sebesar 33,33% dan usaha pembuat kemplang memberikan kontribusi sebesar 40,71%. Temuan ini mengisyaratkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membantu pendapatan dan menopang ekonomi rumah tangga. Perlunya pemberdayaan perempuan untuk memposisikan peran perempuan pedesaan dalam kontribusi ekonomi rumahh tangga.</p> Maulidia Tri Yuliani Khairul Fahmi Purba Meitry Firdha Tafarini Azqia Wardani Yulian Junaidi M. Huanza Etika Fuji Lestari Copyright (c) 2025 Maulidia Tri Yuliani, Khairul Fahmi Purba, Meitry Firdha Tafarini, Azqia Wardani, Yulian Junaidi, M. Huanza, Etika Fuji Lestari http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 6 2 89 98 10.48093/jimanggis.v6i2.337 Analisis Kontribusi Usaha Ternak Sapi Potong Terhadap Pendapatan Keluarga Di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/339 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan keluarga serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Latar belakang penelitian ini adalah kenyataan bahwa sebagian besar peternakan sapi di Indonesia masih dikelola oleh peternak rakyat berskala kecil dengan teknologi sederhana dan manajemen tradisional, sehingga kontribusinya terhadap kesejahteraan keluarga belum optimal. Kecamatan Banyuasin III dipilih secara <em>purposive</em> karena memiliki populasi sapi potong dan jumlah peternak yang tinggi serta potensi pengembangan yang besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terhadap 35 peternak yang dipilih secara <em>purposive sampling</em> dari lima desa, yaitu Pangkalan Balai, Langkan, Sidang Mas, Lubuk Saung, dan Terlangu. Data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin serta Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data meliputi perhitungan kontribusi pendapatan usaha ternak sapi potong terhadap total pendapatan rumah tangga dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan total rumah tangga peternak sebesar Rp56.808.902 per tahun, dengan rata-rata pendapatan dari usaha ternak sapi potong sebesar Rp18.904.545 per tahun atau berkontribusi 33,27% terhadap pendapatan rumah tangga. Faktor jumlah kepemilikan ternak, biaya produksi, pengalaman beternak, tingkat pendidikan, dan modal usaha berpengaruh signifikan terhadap kontribusi pendapatan usaha ternak sapi potong. Usaha ternak sapi potong di Kecamatan Banyuasin III memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan utama melalui peningkatan manajemen, akses modal, dan teknologi modern</p> Warsi Warsi Yudhi Zuriah Wirya Purba Wardi Saleh Nur Ahmadi Copyright (c) 2025 Warsi Warsi, Yudhi Zuriah Wirya Purba, Wardi Saleh, Nur Ahmadi http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 6 2 99 114 10.48093/jimanggis.v6i2.339 Analisis Konseptual Faktor Impor Beras Indonesia: Strategi Ekonomi Dan Peluang Bisnis https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/344 <p>Beras merupakan bahan pangan pokok strategis bagi ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi Indonesia. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris, produksi beras domestik belum mampu mencukupi kebutuhan nasional yang terus meningkat akibat pertumbuhan populasi, sehingga menimbulkan ketergantungan pada impor beras. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor beras Indonesia, mengevaluasi dampak pertumbuhan penduduk terhadap permintaan beras, serta mengidentifikasi strategi ekonomi dan peluang bisnis untuk mengurangi ketergantungan impor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk kebijakan pangan nasional dan membuka peluang bisnis di sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data sekunder dari sumber referensi terpercaya melalui studi pustaka dan analisis SWOT. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk dan peningkatan permintaan beras berkontribusi signifikan terhadap tingginya impor, diperparah oleh ketidakseimbangan produksi domestik dengan konsumsi, harga beras tinggi, dan kurangnya diversifikasi pangan. Penelitian menyarankan penguatan diversifikasi pangan dan adopsi teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi produksi. Kesimpulannya, pemerintah perlu mengimplementasikan kebijakan diversifikasi pangan dan mempercepat adopsi teknologi pertanian untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.</p> Meitry Firdha Tafarini Bertliussaza Bertliussaza Rossa Amelia Tia Greselina Panjaitan Amanda Khairrani Suhadi Copyright (c) 2025 Meitry Firdha Tafarini, Bertliussaza Bertliussaza, Rossa Amelia, Tia Greselina Panjaitan, Amanda Khairrani Suhadi http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 6 2 115 132 10.48093/jimanggis.v6i2.344 Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Di Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate Provinsi Maluku Utara https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/338 <p>Usahatani cabai rawit memiliki prospek yang cukup baik karena komoditas ini banyak dibutuhkan masyarakat sebagai penambah cita rasa makanan, dengan tingkat konsumsi yang terus naik setiap tahun seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani cabai rawit serta besarnya biaya pengolahan usahatani cabai rawit di Kecamatan Ternate Utara. Responden penelitian adalah petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara. Analisis pendapatan dihitung dari selisih antara total penerimaan atau Total Revenue (TR) dengan total biaya atau Total Cost (TC). Rata-rata pendapatan usahatani cabai rawit yang diperoleh petani di Kecamatan Ternate Utara adalah sebesar Rp16.246.846 per hektar per musim tanam. Pendapatan tertinggi mencapai Rp44.150.000 per musim tanam, sedangkan pendapatan terendah sebesar Rp8.188.000 per musim tanam.</p> Haris Mahmud Jainuddin Jainuddin Natal Basuki Syahroni Syahroni Copyright (c) 2025 Haris Mahmud, Jainuddin Jainuddin, Natal Basuki, Syahroni Syahroni http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 6 2 133 142 10.48093/jimanggis.v6i2.338 Analisis Biaya Dan Pendapatan Petani Cabai Merah Keriting (Capsicum Annuum L.) Di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/348 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani cabai merah keriting berdasarkan perbandingan antara total penerimaan dan total biaya produksi melalui perhitungan R/C ratio. Komoditas cabai merah keriting dipilih karena merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil sepanjang tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 30 petani cabai merah keriting di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung biaya tetap, biaya variabel, total biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta efisiensi usaha (R/C ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp104.259.930,00 per hektar, sedangkan rata-rata penerimaan mencapai Rp175.000.000,00 per hektar. Dengan demikian, diperoleh keuntungan sebesar Rp70.740.070,00 per hektar dan nilai R/C ratio sebesar 1,68. Nilai ini menunjukkan bahwa setiap satu rupiah biaya produksi menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani cabai merah keriting di Kecamatan Sembawa layak dan menguntungkan untuk diusahakan.</p> Agoes Thony Ak. Kuwatno Kuwatno Sukardi Sukardi Muhammad Tasrip Dhiary Yessi Andarastuti Copyright (c) 2025 Agoes Thony Ak., Kuwatno Kuwatno, Sukardi Sukardi, Muhammad Tasrip, Dhiary Yessi Andarastuti http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 6 2 143 156 10.48093/jimanggis.v6i2.348 Analisis Faktor Mempengaruhi Produksi Usahatani Nanas ( Ananas Comosus ) Di Desa Senuro Barat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/349 <p>Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penghasil produksi nanas terbesar di Indonesia, berdasarkan data BPS Provinsi Sumatera Selatan produksi nanas tahun 2016 di Sumatera Selatan sebanyak 575.211 kuintal. Produksi terbesar nanas di Sumatera Selatan tersebar di beberapa kabupaten/kota antara lain yaitu Muara Enim, Prabumulih dan Ogan Ilir. Desa Senuro Barat merupakan salah satu desa di Kecamatan Tanjung Batu di Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki usaha tani nanas. Lahan yang luas serta tanaman yang mudah hidup diberbagai jenis tanah membuat masyarakat Senuro Barat membudidayakan tanaman nanas. Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu pemasok nenas dengan jumlah 20.379 kuintal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis&nbsp; pengaruh luas tanam, luas panen, luas serangan pengendalian hama dan&nbsp; perlakuan pengendalian hama&nbsp; terhadap produksi usahatani nanas di Desa Senuro Barat dan Untuk menganalisis&nbsp; pendapatan usahatani nanas akibat pengendalian hama terpadu&nbsp; dan tidak ada pengendalian hama terhadap usahatani nanas. Hasil penelitian menunjukkan Variabel perlakuan PHT dan luas panen berpengaruh secara signifikan dan memiliki arah yang positif terhadap jumlah produksi usahatani nanas di Desa Senuro Barat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Pendapatan petani usahatani nanas dengan PHT jauh lebih besar dibandingkan dengan petani dalam berusahatani yang tidak melakukan PHT. Pendapatan bersih petani usahatani nanas dengan PHT yaitu sebesar Rp 75.883.500 per hektar. Sementara pendapatan bersih petani usahatani nanas yang tidak melakukan PHT yaitu sebesar &nbsp;Rp 43.519.250 per hektar</p> Nur Ahmadi Naimah Naimah Copyright (c) 2025 Nur Ahmadi, Naimah Naimah http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2025-12-28 2025-12-28 6 2 157 168 10.48093/jimanggis.v6i2.349