Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis <p><strong>Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)</strong> adalah jurnal ilmiah yang concern dalam penelitian teoritik dan masalah-masalah seputar bidang manajemen agribisnis.&nbsp;<strong>Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)</strong>&nbsp;dikelola dan diterbitkan oleh Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti. Artikel yang dimuat dalam<strong>&nbsp;Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)</strong>&nbsp;adalah penelitian asli dalam bidang pertanian dan manajemen agribisnis yang meliputi pengadaan, penyaluran sarana produksi hingga pemasaran produk-produk pertanian dan agroindustri yang berkaitan satu dengan lainnya. Semua artikel penelitian yang dikirimkan harus ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Terbit setiap 6 bulan sekali, bulan Juni dan Desember.</p> Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti en-US Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) 2776-1088 Analisis Pertumbuhan, Keunggulan, Dan Prospek Sektor Pertanian Hingga Kehutanan Di Provinsi Jawa Timur https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/407 <p>Sektor pertanian, peternakan, jasa pertanian dan kehutanan merupakan sektor yang mempunyai kontribusi terhadap perekonomian daerah dan nasional. Kontribusi sektor tersebut dapat dilihat dari nilai PDRB dan PDB. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan, keunggulan kompetitif dan spesialisasi dari sektor pertanian, peternakan, jasa pertanian dan kehutanan. Metode yang digunakan adalah esteban marquilas shift share dan dynamic location quotient. Data yang digunakan bersumber dari BPS Provinsi Jawa Timur dan BPS Pusat periode 2021 hingga 2025. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sub sektor tanaman hortikultura, sub sektor tanaman perkebunan, sektor jasa pertanian dan sektor kehutanan mengalami pertumbuhan yang disebabkan karena pertumbuhan nasional. Dalam hal keunggulan kompetitif&nbsp; sub sektor tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, sektor jasa pertanian dan kehutanan mempunyai keunggulan kompetitif.&nbsp; Di masa yang akan datang diperkirakan tidak ada sektor yang prospektif untuk dikembangkan.</p> Rif'an Hariri Azhar Irvana Gangsar Copyright (c) 2026 Rif'an Hariri, Azhar Irvana Gangsar http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-16 2026-06-16 7 1 1 16 10.48093/jimanggis.v7i1.407 Analisis Struktur Pasar Dan Pendapatan Petani Serta Keuntungan Pedagang Karet di Desa Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/415 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar serta menghitung tingkat pendapatan petani dan keuntungan pedagang karet pada pasar karet terbuka di Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara purposive, mengingat sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani karet dan telah berkembang sistem pemasaran melalui pasar karet terbuka. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 46 orang, terdiri dari 40 petani yang dipilih menggunakan metode simple random sampling dan 6 pedagang yang ditentukan secara purposive. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder, dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar karet di Desa Sukarami mengarah pada pasar oligopoli dengan nilai Indeks Hirschman Herfindahl (IHH) sebesar 0,028. Pola pemasaran karet melibatkan petani sebagai produsen dan pedagang pengumpul sebagai perantara yang menjual ke pabrik crumb rubber di Kota Palembang. Rata-rata harga jual karet di tingkat petani sebesar Rp 7.501,-/Kg, sedangkan harga jual di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp 9.550,-/Kg. Rata-rata pendapatan petani karet sebesar Rp 2.441.622,- per bulan. Sementara itu, keuntungan yang diperoleh pedagang pengumpul sebesar Rp 644,-/Kg atau sekitar Rp 3.587.133,- per minggu, dengan margin pemasaran sebesar Rp 2.049,-/Kg. Keberadaan pasar karet terbuka memberikan peluang bagi petani dalam melakukan transaksi secara langsung dan meningkatkan pendapatan, namun struktur pasar yang cenderung oligopoli menyebabkan posisi tawar petani masih relatif lemah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas produk, perbaikan sistem pemasaran, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet.</p> Hermansyah Hermansyah Nur Ahmadi Kuwatno Kuwatno Sukardi Sukardi Copyright (c) 2026 Hermansyah Hermansyah, Nur Ahmadi, Kuwatno Kuwatno, Sukardi Sukardi http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-16 2026-06-16 7 1 17 30 10.48093/jimanggis.v7i1.415 Faktor-Faktor Pendorong Petani Karet Menjual Bokarnya Ke Pasar Karet Di Desa Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/416 <p>Salah satu komoditas utama di Provinsi Sumatera Selatan ialah tanaman karet yang merupakan komoditas penting dalam menunjang perekonomian negara. Hal ini dikarenakan pada provinsi Sumatera Selatan banyak petani yang mengandalkan komoditi karet sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidup. Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sumbangan terbesar kedua terhadap produksi karet yang terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik terhadap pertanian karet dengan pola pemasaran terbuka yang mengalami perkembangan. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Muara Enim, 2022, Luas areal dan produksi tanaman karet di Kabupaten Muara Enim&nbsp; adalah 148.377 Ha dan produksi 172.940,02 Ton dengan produktivitas 1,165 Ton/Ha. Kecamatan Sungai Rotan merupakan kecamatan dengan luas areal karet terbesar kesepuluh di Kabupaten Muara Enim dengan luas areal sebesar 8.368 Ha dan produksi 9.012,67 ton dengan produktivitas 1,07 Ton/Ha. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata harga bokar yang di peroleh petani karet di Desa Sukarami yakni Rp 7.500. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani karet Desa Sukarami yakni Rp 2.400.000.- . Faktor internal dan eksternal merupakan faktor- faktor pendorong petani karet di Desa Sukarami untuk menjual bokarnya di pasar karet terbuka. Faktor internal yang mendorong petani menjual bokarnya di pasar karet terbuka adalah kenyamanan dalam mendapatkan harga yang sesuai, kualitas dan mutu dari bokar dan transaksi yang mudah dan langsung secara cash. Sedangkan, Faktor eksternal&nbsp; adalah harga yang di tawarkan relatif lebih tinggi, lokasi pasar karet terbuka tidak terlalu jauh dari kebun dan tempat tinggal, sistem pasar yang bebas dan tertib, petani dapat mendapatkan harga sesuai kualitas bokarnya.</p> Putri Lestari Kuwatno Kuwatno Sukardi Sukardi Nur Ahmadi Copyright (c) 2026 Putri Lestari, Kuwatno Kuwatno, Sukardi Sukardi, Nur Ahmadi http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-16 2026-06-16 7 1 31 46 10.48093/jimanggis.v7i1.416 Analisis Produktivitas Dan Pendapatan Usaha Tani Kelapa Sawit Di Kebun Plasma KUD Sejahtera https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/417 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usaha tani kelapa sawit di KUD Sejahtera, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data primer, serta pengamatan langsung dan dokumentasi untuk memperoleh data sekunder.Penelitian ini fokus pada analisis penggunaan faktor produksi terhadap produktivitas usaha tani kelapa sawit di KUD Sejahtera dan kontribusi pendapatan petani kelapa sawit terhadap pendapatan. Data primer diperoleh melalui angket yang diisi oleh responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan instansi terkait. Metode pengolahan data melibatkan tabulasi dan analisis matematis serta penjelasan deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan kelapa sawit merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas tanaman. Pemeliharaan tersebut terbagi menjadi fase tanaman belum menghasilkan (TBM) dan fase tanaman menghasilkan (TM). Aspek-aspek pemeliharaan yang perlu diperhatikan meliputi pengendalian gulma, penunasan pelepah, pengendalian hama dan penyakit, sertapemupukan.Produktivitas kelapa sawit yang kurang maksimal di kecamatan Babat Toman disebabkan oleh pemeliharaan yang kurang baik. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pemeliharaan yang optimal dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit dan kesejahteraan petani. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas usahatani kelapa sawit adalah jumlah tenaga kerja, sedangkan faktor pupuk NPK, herbisida dan pupuk kendang tidak mempengaruhi produktivitas usahatani kelapa sawit.Pendapatan bersih petani usahatani kelapa sawit yaitu sebesar Rp21.586.716 per hektar atau Rp41.644.174 per luas garapan. Pendapatan usahatani kelapa sawit menyumbang 83,34% dari total pendapatan petani di KUD Sejahtera. Sementara hanya 16,66% disumbang dari pendapatan non usahatani kelapa sawit.Pendapatan usahatani kelapa sawit per bulan hanya sebesar Rp1.798.893 per hektar per bulan. Begitu pula dengan pendapatan total petani kelapa sawit yang telah ditambah dengan usaha sampingan hanya sebesar Rp2.158.583. Sementara nilai UMP Tahun 2022 sebesar Rp3.144.446 dan UMP Tahun 2023 sebesar Rp3.404.177. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Petani Kelapa Sawit di KUD Sejahtera masih dibawah tingkat keseejahteraan.</p> Siti Nur Apriyani Yudhi Zuriah Wirya Purba Kuwatno Kuwatno Sukardi Sukardi Nur Ahmadi Copyright (c) 2026 Siti Nur Apriyani, Yudhi Zuriah Wirya Purba, Kuwatno Kuwatno, Sukardi Sukardi, Nur Ahmadi http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-16 2026-06-16 7 1 47 62 10.48093/jimanggis.v7i1.417 Analisis Faktor-Faktor Pengaruh Kelapa Sawit Terhadap Inflasi di Sumatera Selatan https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/418 <p>Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sumatera Selatan menjadi salah satu produsen terbesar kelapa sawit di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat produksi kelapa sawit dan konsumsi minyak goreng di Sumatera Selatan mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Harga kelapa sawit dan minyak goreng di Sumatera Selatan juga mengalami fluktuasi dengan kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Produksi dan harga kelapa sawit serta konsumsi dan harga minyak goreng dapat berdampak pada inflasi, terutama jika terjadi ketidakseimbangan antara permintaan pasar dengan ketersediaan pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi dan harga kelapa sawit serta konsumsi dan harga minyak goreng terhadap tingkat inflasi di Sumatera Selatan dari tahun 2015 hingga 2021. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara produksi dan harga kelapa sawit serta konsumsi dan harga minyak goreng dengan inflasi di Sumatera Selatan.</p> Ririn Gustiyanti Agoes Thony Ak Dhiary Yessi Andarastuti Copyright (c) 2026 Ririn Gustiyanti, Agoes Thony Ak, Dhiary Yessi Andarastuti http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-16 2026-06-16 7 1 63 76 10.48093/jimanggis.v7i1.418 Analisis Persepsi Petani Dan Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Pengguna Dan Non Pengguna Kartu Tani di Desa Upang Mulya, Makarti Jaya, Banyuasin https://ejournal.pps-unisti.ac.id/index.php/jimanggis/article/view/431 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap program Kartu Tani serta membandingkan pendapatan petani pengguna dan non pengguna Kartu Tani di Desa Upang Mulya Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus melalui survei. Jumlah sampel sebanyak 75 petani yang ditentukan menggunakan teknik proportional stratified random sampling, terdiri dari 39 petani pengguna Kartu Tani dan 36 petani non pengguna. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, serta data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi dan uji Independent Sample t-test untuk menguji perbedaan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani terhadap program Kartu Tani berada pada kategori sedang. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan petani pengguna dan non pengguna Kartu Tani (sig. 0,000 &lt; 0,05). Pendapatan petani pengguna Kartu Tani lebih tinggi dibandingkan non pengguna, sehingga program ini berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan usahatani padi.</p> Syarif Fathony Faizal Daud Agoes Thony Ak Sukardi Sukardi Dhiary Yessi Andarastuti Copyright (c) 2026 Syarif Fathony, Faizal Daud, Agoes Thony Ak, Sukardi Sukardi, Dhiary Yessi Andarastuti http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-16 2026-06-16 7 1 77 94 10.48093/jimanggis.v7i1.431