Analisis Struktur Pasar Dan Pendapatan Petani Serta Keuntungan Pedagang Karet di Desa Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim

Authors

  • Hermansyah Hermansyah Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti Palembang
  • Nur Ahmadi Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti Palembang
  • Kuwatno Kuwatno Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti Palembang
  • Sukardi Sukardi Program Studi Magister Agribisnis, Universitas Sjakhyakirti Palembang

DOI:

https://doi.org/10.48093/jimanggis.v7i1.415

Keywords:

Struktur Pasar, Pendapatan Petani, Keuntungan Pedagang, Karet, Pasar Terbuka

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar serta menghitung tingkat pendapatan petani dan keuntungan pedagang karet pada pasar karet terbuka di Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi secara purposive, mengingat sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani karet dan telah berkembang sistem pemasaran melalui pasar karet terbuka. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 46 orang, terdiri dari 40 petani yang dipilih menggunakan metode simple random sampling dan 6 pedagang yang ditentukan secara purposive. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder, dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar karet di Desa Sukarami mengarah pada pasar oligopoli dengan nilai Indeks Hirschman Herfindahl (IHH) sebesar 0,028. Pola pemasaran karet melibatkan petani sebagai produsen dan pedagang pengumpul sebagai perantara yang menjual ke pabrik crumb rubber di Kota Palembang. Rata-rata harga jual karet di tingkat petani sebesar Rp 7.501,-/Kg, sedangkan harga jual di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp 9.550,-/Kg. Rata-rata pendapatan petani karet sebesar Rp 2.441.622,- per bulan. Sementara itu, keuntungan yang diperoleh pedagang pengumpul sebesar Rp 644,-/Kg atau sekitar Rp 3.587.133,- per minggu, dengan margin pemasaran sebesar Rp 2.049,-/Kg. Keberadaan pasar karet terbuka memberikan peluang bagi petani dalam melakukan transaksi secara langsung dan meningkatkan pendapatan, namun struktur pasar yang cenderung oligopoli menyebabkan posisi tawar petani masih relatif lemah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas produk, perbaikan sistem pemasaran, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet.

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Hermansyah, H., Ahmadi, N. ., Kuwatno, K., & Sukardi, S. (2026). Analisis Struktur Pasar Dan Pendapatan Petani Serta Keuntungan Pedagang Karet di Desa Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim. Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis), 7(1), 17–30. https://doi.org/10.48093/jimanggis.v7i1.415