POTRET DARI TEPIAN: PEREBUTAN RUANG KOTA DAN PERGESERAN INSTRUMEN KEBIJAKAN PENGELOLAAN KAMPUNG SUBALTERN DI JAKARTA UTARA TAHUN 2016-2019
DOI:
https://doi.org/10.48093/jiask.v9i1.455Keywords:
Penggusuran, Pembangunan, Kampung Subaltern, Produksi Ruang, Instrumen KebijakanAbstract
Jakarta Utara, merupakan salah satu wilayah yang menyimpan cerita bagi setiap dinamika pertumbuhan kota?termasuk ragam interaksi, kompetisi dan kohesi di dalamnya. Sebagai wilayah dengan 80 RW kumuh pada tahun 2017, serta kepadatan penduduk yang mencapai 29.358 jiwa per kilometer persegi pada tahun 2024, wilayah Jakarta Utara menjadi target bagi ragam praktik penggusuran yang secara intensif dilakukan pada tahun 2016. Kondisi ini menciptakan perlawanan dan perebutan hak atas tempat tinggal yang menghadapkan masyarakat dan pemerintah dalam relasi kuasa yang asimetris. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini bermaksud mengungkap praktik paradoks kebijakan pembangunan kota, serta dinamika interaksinya dengan masyarakat subaltern kampung miskin kota di Jakarta Utara. Berbasis pada teori produksi ruang menurut Henry Lefebvre dan intrumen kebijakan menurut Michael Howlett, artikel ini menemukan bahwa terjadi perlawanan yang sistematis dari masyarakat kampung subaltern terhadap kebijakan pengelolaan kampung yang terbagi dalam tiga kelompok analisis, yakni spatial practice, representation of space, dan spaces of representation. Dalam perkembangannya, pada tahun 2018-2019 ragam pergolakan yang muncul tersebut telah merubah instrumen kebijakan pengelolaan kampung dari semula berbasis paksaan (compulsory) menjadi berbasis partisipasi sukarela (voluntary).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).














